Thursday, July 9, 2020

misi 9 Menulis Surat cinta

Misi 9 Menulis surat cinta untuk suami…. awal dapat misi ini aku merasa misi ini itu paling mudah dari pada misi yang lainnya, tapi ketika aku mulai menuliskan surat cinta rasanya tidak semudah itu banyak hal yang mulai aku fikirkan tentangnya, tentang kehidupanku dengannya, awal mula aku bertemu dengannya hingga kami menjalani hidup rumah tangga bersama. Serasa aku harus mereview apa yang aku lakukan dengan dia selama 6 tahun aku menjalani rumah tangga dengannya, banyak sekali cerita seru, kisah suka dan duka yang telah ku lalui bersamanya. Dan hal pertama yang ku tuliskan untuknya ialah. Aku bersyukur karena Allah telah mengirimkannya untukku. Benar adanya manusia tiada yang sempurna, tiada pula hal yang sempurna didunia ini, mungkin selama ini aku hanya menuntut dan menuntut akan tetapi banyak hal yang selama ini belum aku syukuri tentang dia. Masyaallah ternyata banyak sekali kebaikan suami yang telah ia berikan kepadaku, banyak hal yang kelihatannya tidak bisa ia berikan tapi ada hal lain yang menggantikan hal tersebut. Menulis surat cinta, menuliskan semua isi hatiku untuknya, isi hati yang tidak pernah terucap dengan kata. Menulis surat cinta, mengingat kembali hal-hal yang indah yang ku lalui bersamanya, hal-hal yang banyak aku lupakan. Menulis surat cinta, mengungkapkan betapa aku bersyukur mempunyai dia . Menulis surat cinta, hal yang harus sering dilakukan aku lakukan maksimal 6 bulan sekali kalau bisa sebulan sekali setelah terima gaji :D. Hahahahhahahaha .... Ternyata bukan hanya aku yang menikmati misi 9 ini, suamiku pun ikut menikmatinya, awalnya surat ku kirim by email tapi dia ga mau baca katanya suruh cetak suratnya buat kenang-keangan kapan lagi dapat surat cinta dari istri..kalu kartu ucaan atau surat ucapan sih masih lah beberapa kali ketika dia ultah, tapi surat cinta ini baru yang pertama kalinya setelah kita menikah, dia baca uratnya sambil senyum-senyum kemudian berkaca-kaca, gak nangis sih tapi aku tau kalu surat itu ngenah dihatinya banget  Respon yang ku dapat ??? Pelukan hangat dan ucaan terima kasih . Oh yaaa ... Untuk balesanya aku masih nungu nih ... Dia bingung mau balas apa . #navigasidanberaksi #matrkulasibatch8 #instituibuprofesional #belajardarirumah

Friday, June 12, 2020

misi 6 karakter moral ibu profesional

Karakter Moral Ibu Profesional Saya, ibu bekerja full time 7 to 4, saya mempunyai dua anak balita yang sedang aktif-aktifnya berkembang. Setiap pagi selalu diburu waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah, menyiapkan perlengkapan anak-anak saya ketika sayang tinggal kerja dan diburu waktu agar sampai kantor tepat waktu, untung saya masih tinggal dengan kedua orang tua dirumah yaa...sedikit banyak saya terbantu dan tidak terlalu cemas ketika meninggalkan anak dirumah. Saya itu ketika muda tepatnya sebelum menikah tidak pernah berfikir akan menjalani kehidupan seperti ini, m ungkin karena sejak SMA saya hidup mandiri tinggal disebuah pondok selama 3 tahun, kemudian kuliah dan tinggal di kos-kosan, kurang lebih selama 8 tahun, menjalani kehidupan sendiri secara bebas, bebas dari masak, bebas dar i mencuci, bebas dari setrikaan, bebas dari beres-beres rumah dan hal yang lain sebagainnya. Bukannya saya tidak menyukai hal seperti beres-beres, masak, Saya suka banget! Cuman, ya terserah hati sesukanya mood. Dulu, saya hampir setiap hari bisa melakukan me time. Hidup saya cuma habis dari kantor tidur, main sama teman, nonton drama korea, mau pergi-pergi sesuka hati, mau ini itu suka-suka. Sampai akhirnya saya menikah, masuk rumah mertua, punya suami, punya anak dan tetap bekerja bisa bayangkan bagaimana acak adulnya hidupku ...?? harus ini, harus itu serasa saya hidup didunia lain jangankan me time mandi dengan tenang pun ga bisa ya kan ? capek iya , ngeluh iya , hahahahahha paket komplit pokoknya. Jadi singkat cerita di awal berumah tangga saya begitu down, hingga anak saya yang pertama tumbuh besar dan saya harus membersamainya, belajar menjadi ibu yang tangguh dan bisa melakukan banyak hal untuk dia, untuk suami dan untuk keluarga. Penyesuaian diri pada ritme hidup dan saya terus beradaptasi. Dimulai dari membantu memasak, belajar masak makanan kesukaan suami, belajar urusan rumah tangga, bergaul dengan lingkungan sekitar, mencocokan semua kegiatan baru dalam hidupku. Semua hal harus dipelajari yang paling utama adalah tentang anak. Buanyak hal-hal saya itu buta dan tidak pernah terfikirkan oleh saya, menjadi ibu itu sangat kompleks ada ilmu menyusui, ilmu ngasih makan anak yang sekarang terkenal dengan sebutan MPASI, ilmu menggendong ini yang membuat aku wow, ternyata menggendong ada ilmunya juga, ada juga yang namanya montessori yaitu menekankan pada permainan sensori pada anak yang berguna untuk perkembangan otak anak. Luar biasa bukan ....? Saya mulai dari Manajemen Waktu, melihat banyak hal dari instagram, facebook dan media sosial lainnya, disana banyak ilmu dan group-group yang bermaanfaat, sya gabung di group ibu menyusui, MPASI, ibu menggendong, kelas montessori onnline maupun offline bertemu banyak hal yang baru, dan pada akhirnya saya bertememu Institut Ibu Profesional. Saya akan terus belajar, Teruslah bergerak, misi tak pernah mati. karena inilah ibu, menjadi ibu tidak hanya tentang hamil dan melahirkan saja. Akan tetapi tentang seluruh kehidupan dikeluarganya. #navigasidanberaksi #matrikulasibatch8 #institutibuprofesional #belajardarirumah

Sunday, April 12, 2020

Mini Projek “ Mengajarkan Anak Untuk Hemat Energi Listrik dan Air”

tugas POS 3 Mini Projek “ Mengajarkan Anak Untuk Hemat Energi Listrik dan Air” Oleh : Indah Sulistiawati Deskripsi Projek : di era moderen ini pemakaian listrik sangat besar, sejak dini anak perlu paham untuk berhemat energi listrik. mematikan listrik dan air ketika sedang tidak digunakan Peduli terhadap lingkungan bisa dilakukan dengan melakukan penghematan energi, seperti listrik dan air. Teknis Pengajaran 1. Dengan Menggunakan Video Cara Menghemat energi Listrik 2. Memberi contoh Dampak Boros energi Listrik dan air 3. Membuat Alat Peraga Kebutuhan/susunan tim: Ketua Pelaksana Bendahara Sie. Acara Sie. Humas Sie. Dokumentasi - Sasaran Ibu dan Anak Usia 3-5 tahun - Waktu Hari Minggu - Tempat Taman Bermain Abirama Sidoarjo - Parameter keberhasilan Ibu dan Anak Lebih paham tentang cara menghemat energi listrik dan dampak yang disebabkan jika boros air dan listrik.

Wednesday, April 8, 2020

Matrikulasi Batch 8 IIP misi pertama

Matrikulasi Batch 8 IIP misi pertama : Harta Karun 08 April 2020 Awal saya tahu IIP itu dari social media teman saya, dia memposting bebrapa kegiatan anaknya dan semua kegiatan itu sangat menarik menurut saya, akhirnya saya pun bertanya ini ide didapat dari mana? kok seru sekali dan sangat konsisten saya tertarik untuk mengikutinya. Saya adalah seorang ibu pekerja yang memiliki dua anak , saya bergabung di IIP ini saya berharap saya mampu menjadi seorang ibu yang bermanfaat untuk keluarga saya dan untuk orang lain. #navigasidanberaksi #matrikulasibatch8 #institutibuprofesional #belajardarirumah
 

THE WOMEN-iyend cutex Copyright © 2011 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting